Rabu, 15 April 2009

Tambang Pasir Besi

Dua Desa di Bengkulu Terancam Hilang

Beberapa tahun terakhir ini kita sering mendengar atau menyaksikan dampak dari perusakan alam yang dilakukan oleh manusia yang tidak bertanggung jawab setelah berhasil memperoleh nikmat yang dirasakan bagi dirinya sendiri maupun bersama golongan. Pada akhirnya manusia hanya bisa menerima nasib tersebut tanpa sebelumnya tidak memikirkan bagaimana memulihkan kembali sumber daya alam yang sudah semakin menipis. Terlebih lagi bagi sumber daya alam yang jumlahnya amat terbatas. Tidak menjanjikan sekali sumber daya alam tersebut akan ada kembali dalam waktu dekat. Jikapun pada saatnya nanti akan ada kembali, jumlahnya tidak sebanyak seperti sebelumnya..
Seperti kasus yang akan saya bahas, terdapat dua desa di daerah Bengkulu yang terancam hilang akibat adanya aktivitas pertambangan pasir besi yang dilakukan oleh perusahaan pertambangan yang mulai beroperasi sejak tahun 2005. Dari aktivitas pertambangan pasir besi ini, yang paling besar merasakan dampaknya adalah masyarakat sekitar kawasan hutan bakau Cagar Alam Pasar Talo. Padahal secara turun- temurun, masyarakat tersebut menggantungkan hidupnya pada komoditi hutan bakau tersebut. Kerusakan hutan bakau tersebut berlanjut pada keberlanjutan hidup komunitas yang ada pada saat ini dan juga untuk kehidupan di masa mendatang. Sungguh memilukan hati bukan bagi anda yang mengetahuinya??
Dampak pertambangan yang dirasakan oleh warga antara lain abrasi akut yaitu pengikisan tanah oleh oleh air laut yang semakin terus mendekati permukiman warga yang kini hanya tinggal berjarak 50 m dari bibir pantai, akibatnya susah untuk ditanggulangi kembali karena sudah lumayan parah ketika akan ditangani. Kemudian intrusi air laut ynag menyebabkan air sumur yang dimiliki masyarakat sekitar yang menyebabkan air laut menjadi asin dan kurang baik untu dikonsumsi. Hasil panen mereka pun juga terancam gagal akibat penambangan tersebut. Contohnya kebun kelapa sawit yang sering sekali terendam air.
Dalam benak saya bagaimana masyarakat sekitar mempertahankan segala yang mereka punya agar tidak hilang sia- sia oleh tangan- tangan yang tidak bertanggung jawab??? Apalagi dalam kerja kerasnya masyarakat, sering sekali terjadi konflik horizontal anatar masyarakatyang memunculkan pro- kontra. Beberapa kali pihak yang kontra terhadap penambangan liar tersebut melakukan unjuk merasa yang tidak membuahkan hasil bagi masyarakat maupun perusahaan penambangan untuk seger adiambil keputusanny dalam rencana kedepan. Padahal, tambang itu tidak didukung proses izin secara memadai. Sehingga menyulitkan bagi kedua pihak. Terlebih lagi, perusahaan disebutkan tidak melaporkan perkembangan perusahaan dan pemantauan lingkungan kepada badan lingkungan hidup.
Secara pribadi, saya sangat menyayangkan bila pada akhirnya kedua desa tersebut hilang akibat ulah masyarakat yang tidak bertanggung jawab. Apalagi dalam masyarakat tersebut banyak kehidupan baik secara fisik maupun kekayaan budaya maupun alam yang dimilikimenjadi hilang. Padahal nilainya sanagt amat berharga. Harus keberapa kalinya pulau kita hilang sperti nasib P. Ambalat dan Timor- Timor yang sudah menjadi milik Negara asing. Maka dari itu sebaiknya kita menjaga dari prilaku tidak bertanggung jawab serta memperlakukan secara arif sumber daya alam tersebut sebelum terlamabat.