hari ini
hari yang sangat menjemukan bisa dibilang begitu
seperti hari-hari yang pernah ku lalui sebelumnya
lagi-lagi masalah datang kepadaku
semua tak ada yang berubah
lagi lagi semua perkataanku bagaikan seonggok sampah yang tak da gunanya
sungguh membuat-ku uggggghhhhhhhhh.....
semua yang kulakukan terasa sia-sia
kau begitu tak adil,,,ya aku rasa seperti itu
kau begitu menikmati dunia-mu,sedangkan aku tidak sama sekali
kau bersenang-senang dengan apa yang kau punya
kau punya modal yang kuat untuk membuktikan dirimu super power
tak terasa,,, terkadang putus asa menyelimuti diri-ku
semua kesalahan menjadi ada pada diriku
sungguh malang dirimu MAYVANNA
Jumat, 16 Oktober 2009
Sabtu, 01 Agustus 2009
Rabu, 27 Mei 2009
Minggu, 24 Mei 2009
REMED GEOGRAFI
1. Ekosistem ini terdapat di laut dangkal yang hangat dan bersih dan merupakan ekosistem yang sangat penting dan memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi. Biasanya tumbuh di dekat pantai di daerah tropis dengan temperatur sekitar 21-30C.
Penyebaran terumbu karang secara membujur sangat dipengaruhi oleh konektivitas antar daratan yang menjadi stepping stones melintasi samudera. Kombinasi antara faktor lingkungan fisik (suhu dan sirkulasi permukaan) dengan banyaknya jumlah stepping stones yang terdapat di wilayah Indo-Pasifik diperkirakan menjadi faktor yang sangat mendukung luasnya pemencaran terumbu karang dan tingginya keanekaragaman hayati biota terumbu karang di wilayah tersebut
2. Dalam proses alamiah, sering terjadi pertumbuhan organisme tertentu dalam laut di bagian yang dangkalnya. Bila organisme itu mati, sisa kerangkanya membentuk karang yang sangat keras dan disebut dengan terumbu karang. Terumbu karang terdiri atas senyawa kalsium karbonat (zat kapur). Organisme yang baru selanjutnya tumbuh lagi di atas terumbu karang tadi dan begitulah seterusnya. Dalam proses alamiah lainnya, dapat terbentuk atol, yaitu terumbu karang yang berbentuk melingkar dan biasanya mengelilingi laguna (laut dangkal di tengahnya).Pembentukan atolls diawali dengan melanggar gunung berapi di bawah permukaan laut. Pulau volkanis ini menyediakan dangkal spot karang untuk tumbuh sebagai hanya sekitar tepi bagian bawah gunung berapi di bawah garis air. Seiring waktu yang dari puncak gunung berapi erodes (setelah gunung api berjalan punah) akibat hujan dan gelombang laut. Selain itu, plate tectonics dapat membuat gunung berapi membenam rendah dan dingin sekali meleburnya dapat membuat air mendapatkan tingkat yang lebih tinggi. Seperti semua proses ini terjadi, maka gunung berapi sink, namun tetap tumbuh di karang cincin di sekitar gunung berapi. Pada awalnya, dari gunung berapi di karang cincin menjadi penghalang pulau, tapi sebagai gunung berapi hilang sepenuhnya merupakan hasil Atoll - cincin pulau yang nampaknya benar sendiri di laut.
3. - Litoral : lautan yang terletak diantara kondisi air laut sedang pasang maupun sedang surut.
Zona ini terletak pada bagian permukaan laut.
- Neritik : terletak pada 50-150 m. Wilayah ini cukup banyak mendapat sinar matahari
sehingga masih banyak sekali terdapat hewan dan tumbuhan.
- Batial : Dalamnya berkisar antara 150- 2000 m, sehingga cahaya tidak dapat menembus
sampai dasar laut. Mulai berkurang jumlah hewan dan tumbuhan laut bila
dibandingkan dengan zona neritik.
- Abisal : Kedalamannya lebih dari 2000 m. Suhunya pun sangat rendah sehingga tidak
ada lagi tumbuhan yanh hidup Nsmun beberapa hewan laut masih dapat kita
jumpai.
- Basin : Dasar laut yang berbentuk seperti baskom besar. Bagian dasar laut paling
bawah.
4. a. Laguna : Pantai Segara Anakan
b. Datar : Pantai Ancol dan Anyer.
c. Berpasir : Pantai Parangtritis.
d. Curam : Pantai di selatan Jawa
e. Esturia: Pantai di Sulawesi dan Sumatra Selatan (Sungai Musi), Teluk San Fransisco di
California
f. Fyord : Fyord Sogne, Norwegia.
5. Karena air pada daerah estuaria bersih dan ringan. Dimana air yang ringan memiliki tingkat densitas yang rendah dan juga kadar keasinan yang rendah sehingga kadar salinitas pada daerah estuaria menjadi rendah.
6. Fenomena naiknya muka laut yang direpresentasikan dengan MSL (mean sea level) dipengaruhi secara dominan oleh thermal expansion sehingga adanya peningkatan volume air laut sebagai akibat dari pemuaian ataupun mencairnya es di kutub dan gletser. Setiap daerah laut memiliki tingkat kemampuan tersendiri untuk menyerap energy dari matahari dan sekelilingnya yang dipengaruhi oleh relief, topografi, factor biotic yang ada disekitarnya serta perbedaan garis lintang yang diterima setiap Negara atau daerah.
7. Daun-daun lamun yang padat dan saling berdekatan dapat meredam gerak arus, gelombang dan arus materi organik yang memungkinkan padang lamun merupakan kawasan lebih tenang dengan produktifitas tertinggi di lingkungan pantai di samping terumbu karang. Melambatnya pola arus dalam padang lamun memberi kondisi alami yang sangat di senangi oleh ikan-ikan kecil dan invertebrata kecil seperti beberapa jenis udang, kuda laut, bivalve, gastropoda dan echinodermata.
8. Fungsi mangrove bagi ekosistem adalah :
- Penyedia nutrient penting yang dapat diserap oleh biota perairan air laut. Mangrove dapat
9. Salah satu daerah yang “disukai” mangrove sehingga dijadikan tempat tinggalnya adalah sebuah tempat yang memiliki karakteristik gelombang laut nan kecil di lokasi yang teduh dan terlindung. Kenyataan ini seolah menunjukkan dan telah membuktikan bahwa tipe gelombang di Parangtritis memang besar dan sangat ganas. Sayangnya, tipe gelombang seperti ini, tidak disukai mangrove untuk dijadikan sebagai habitatnya, sehingga dia tidak mau bertempat tinggal di daerah seperti ini.
1. Ekosistem ini terdapat di laut dangkal yang hangat dan bersih dan merupakan ekosistem yang sangat penting dan memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi. Biasanya tumbuh di dekat pantai di daerah tropis dengan temperatur sekitar 21-30C.
Penyebaran terumbu karang secara membujur sangat dipengaruhi oleh konektivitas antar daratan yang menjadi stepping stones melintasi samudera. Kombinasi antara faktor lingkungan fisik (suhu dan sirkulasi permukaan) dengan banyaknya jumlah stepping stones yang terdapat di wilayah Indo-Pasifik diperkirakan menjadi faktor yang sangat mendukung luasnya pemencaran terumbu karang dan tingginya keanekaragaman hayati biota terumbu karang di wilayah tersebut
2. Dalam proses alamiah, sering terjadi pertumbuhan organisme tertentu dalam laut di bagian yang dangkalnya. Bila organisme itu mati, sisa kerangkanya membentuk karang yang sangat keras dan disebut dengan terumbu karang. Terumbu karang terdiri atas senyawa kalsium karbonat (zat kapur). Organisme yang baru selanjutnya tumbuh lagi di atas terumbu karang tadi dan begitulah seterusnya. Dalam proses alamiah lainnya, dapat terbentuk atol, yaitu terumbu karang yang berbentuk melingkar dan biasanya mengelilingi laguna (laut dangkal di tengahnya).Pembentukan atolls diawali dengan melanggar gunung berapi di bawah permukaan laut. Pulau volkanis ini menyediakan dangkal spot karang untuk tumbuh sebagai hanya sekitar tepi bagian bawah gunung berapi di bawah garis air. Seiring waktu yang dari puncak gunung berapi erodes (setelah gunung api berjalan punah) akibat hujan dan gelombang laut. Selain itu, plate tectonics dapat membuat gunung berapi membenam rendah dan dingin sekali meleburnya dapat membuat air mendapatkan tingkat yang lebih tinggi. Seperti semua proses ini terjadi, maka gunung berapi sink, namun tetap tumbuh di karang cincin di sekitar gunung berapi. Pada awalnya, dari gunung berapi di karang cincin menjadi penghalang pulau, tapi sebagai gunung berapi hilang sepenuhnya merupakan hasil Atoll - cincin pulau yang nampaknya benar sendiri di laut.
3. - Litoral : lautan yang terletak diantara kondisi air laut sedang pasang maupun sedang surut.
Zona ini terletak pada bagian permukaan laut.
- Neritik : terletak pada 50-150 m. Wilayah ini cukup banyak mendapat sinar matahari
sehingga masih banyak sekali terdapat hewan dan tumbuhan.
- Batial : Dalamnya berkisar antara 150- 2000 m, sehingga cahaya tidak dapat menembus
sampai dasar laut. Mulai berkurang jumlah hewan dan tumbuhan laut bila
dibandingkan dengan zona neritik.
- Abisal : Kedalamannya lebih dari 2000 m. Suhunya pun sangat rendah sehingga tidak
ada lagi tumbuhan yanh hidup Nsmun beberapa hewan laut masih dapat kita
jumpai.
- Basin : Dasar laut yang berbentuk seperti baskom besar. Bagian dasar laut paling
bawah.
4. a. Laguna : Pantai Segara Anakan
b. Datar : Pantai Ancol dan Anyer.
c. Berpasir : Pantai Parangtritis.
d. Curam : Pantai di selatan Jawa
e. Esturia: Pantai di Sulawesi dan Sumatra Selatan (Sungai Musi), Teluk San Fransisco di
California
f. Fyord : Fyord Sogne, Norwegia.
5. Karena air pada daerah estuaria bersih dan ringan. Dimana air yang ringan memiliki tingkat densitas yang rendah dan juga kadar keasinan yang rendah sehingga kadar salinitas pada daerah estuaria menjadi rendah.
6. Fenomena naiknya muka laut yang direpresentasikan dengan MSL (mean sea level) dipengaruhi secara dominan oleh thermal expansion sehingga adanya peningkatan volume air laut sebagai akibat dari pemuaian ataupun mencairnya es di kutub dan gletser. Setiap daerah laut memiliki tingkat kemampuan tersendiri untuk menyerap energy dari matahari dan sekelilingnya yang dipengaruhi oleh relief, topografi, factor biotic yang ada disekitarnya serta perbedaan garis lintang yang diterima setiap Negara atau daerah.
7. Daun-daun lamun yang padat dan saling berdekatan dapat meredam gerak arus, gelombang dan arus materi organik yang memungkinkan padang lamun merupakan kawasan lebih tenang dengan produktifitas tertinggi di lingkungan pantai di samping terumbu karang. Melambatnya pola arus dalam padang lamun memberi kondisi alami yang sangat di senangi oleh ikan-ikan kecil dan invertebrata kecil seperti beberapa jenis udang, kuda laut, bivalve, gastropoda dan echinodermata.
8. Fungsi mangrove bagi ekosistem adalah :
- Penyedia nutrient penting yang dapat diserap oleh biota perairan air laut. Mangrove dapat
menghasilkan sesuatu yang berguna bagi kehidupan biota laut.
- Tempat berkembangnya hewan laut disela- sela akar mangrove yang sangat besar dan lagi
- Tempat berkembangnya hewan laut disela- sela akar mangrove yang sangat besar dan lagi
mangrove mempunyai celah- celah di akar sehingga hewan menjadikannya sebagai tempat
perlindungan.
- Penyerap limbah yang dibuang oleh industry – industry maupun limbah rumah tangga.
- Penyerap limbah yang dibuang oleh industry – industry maupun limbah rumah tangga.
Limbah tersebut sudah tercemar dengan zat yang berbahaya sehingga zat berbahaya
tersebut diserap mangrove melalui akarnya.
- Penahan abrasi yaitu pengikisan air laut. Akarnya yang kokoh dapat menahan datangnya
- Penahan abrasi yaitu pengikisan air laut. Akarnya yang kokoh dapat menahan datangnya
ombak air laut yang bisa merusak daerah perairan.
- Pencegah intrusi air laut yaitu masuknya rasa asin air laut kedalam air tanah.
- Penahan amukan angin topan dan gelombang yang besar. Karena mangrove terdiri dari
- Pencegah intrusi air laut yaitu masuknya rasa asin air laut kedalam air tanah.
- Penahan amukan angin topan dan gelombang yang besar. Karena mangrove terdiri dari
bagian – bagian yang sangat kokoh.
9. Salah satu daerah yang “disukai” mangrove sehingga dijadikan tempat tinggalnya adalah sebuah tempat yang memiliki karakteristik gelombang laut nan kecil di lokasi yang teduh dan terlindung. Kenyataan ini seolah menunjukkan dan telah membuktikan bahwa tipe gelombang di Parangtritis memang besar dan sangat ganas. Sayangnya, tipe gelombang seperti ini, tidak disukai mangrove untuk dijadikan sebagai habitatnya, sehingga dia tidak mau bertempat tinggal di daerah seperti ini.
Rabu, 15 April 2009
Tambang Pasir Besi
Dua Desa di Bengkulu Terancam Hilang
Beberapa tahun terakhir ini kita sering mendengar atau menyaksikan dampak dari perusakan alam yang dilakukan oleh manusia yang tidak bertanggung jawab setelah berhasil memperoleh nikmat yang dirasakan bagi dirinya sendiri maupun bersama golongan. Pada akhirnya manusia hanya bisa menerima nasib tersebut tanpa sebelumnya tidak memikirkan bagaimana memulihkan kembali sumber daya alam yang sudah semakin menipis. Terlebih lagi bagi sumber daya alam yang jumlahnya amat terbatas. Tidak menjanjikan sekali sumber daya alam tersebut akan ada kembali dalam waktu dekat. Jikapun pada saatnya nanti akan ada kembali, jumlahnya tidak sebanyak seperti sebelumnya..
Seperti kasus yang akan saya bahas, terdapat dua desa di daerah Bengkulu yang terancam hilang akibat adanya aktivitas pertambangan pasir besi yang dilakukan oleh perusahaan pertambangan yang mulai beroperasi sejak tahun 2005. Dari aktivitas pertambangan pasir besi ini, yang paling besar merasakan dampaknya adalah masyarakat sekitar kawasan hutan bakau Cagar Alam Pasar Talo. Padahal secara turun- temurun, masyarakat tersebut menggantungkan hidupnya pada komoditi hutan bakau tersebut. Kerusakan hutan bakau tersebut berlanjut pada keberlanjutan hidup komunitas yang ada pada saat ini dan juga untuk kehidupan di masa mendatang. Sungguh memilukan hati bukan bagi anda yang mengetahuinya??
Dampak pertambangan yang dirasakan oleh warga antara lain abrasi akut yaitu pengikisan tanah oleh oleh air laut yang semakin terus mendekati permukiman warga yang kini hanya tinggal berjarak 50 m dari bibir pantai, akibatnya susah untuk ditanggulangi kembali karena sudah lumayan parah ketika akan ditangani. Kemudian intrusi air laut ynag menyebabkan air sumur yang dimiliki masyarakat sekitar yang menyebabkan air laut menjadi asin dan kurang baik untu dikonsumsi. Hasil panen mereka pun juga terancam gagal akibat penambangan tersebut. Contohnya kebun kelapa sawit yang sering sekali terendam air.
Dalam benak saya bagaimana masyarakat sekitar mempertahankan segala yang mereka punya agar tidak hilang sia- sia oleh tangan- tangan yang tidak bertanggung jawab??? Apalagi dalam kerja kerasnya masyarakat, sering sekali terjadi konflik horizontal anatar masyarakatyang memunculkan pro- kontra. Beberapa kali pihak yang kontra terhadap penambangan liar tersebut melakukan unjuk merasa yang tidak membuahkan hasil bagi masyarakat maupun perusahaan penambangan untuk seger adiambil keputusanny dalam rencana kedepan. Padahal, tambang itu tidak didukung proses izin secara memadai. Sehingga menyulitkan bagi kedua pihak. Terlebih lagi, perusahaan disebutkan tidak melaporkan perkembangan perusahaan dan pemantauan lingkungan kepada badan lingkungan hidup.
Secara pribadi, saya sangat menyayangkan bila pada akhirnya kedua desa tersebut hilang akibat ulah masyarakat yang tidak bertanggung jawab. Apalagi dalam masyarakat tersebut banyak kehidupan baik secara fisik maupun kekayaan budaya maupun alam yang dimilikimenjadi hilang. Padahal nilainya sanagt amat berharga. Harus keberapa kalinya pulau kita hilang sperti nasib P. Ambalat dan Timor- Timor yang sudah menjadi milik Negara asing. Maka dari itu sebaiknya kita menjaga dari prilaku tidak bertanggung jawab serta memperlakukan secara arif sumber daya alam tersebut sebelum terlamabat.
Dua Desa di Bengkulu Terancam Hilang
Beberapa tahun terakhir ini kita sering mendengar atau menyaksikan dampak dari perusakan alam yang dilakukan oleh manusia yang tidak bertanggung jawab setelah berhasil memperoleh nikmat yang dirasakan bagi dirinya sendiri maupun bersama golongan. Pada akhirnya manusia hanya bisa menerima nasib tersebut tanpa sebelumnya tidak memikirkan bagaimana memulihkan kembali sumber daya alam yang sudah semakin menipis. Terlebih lagi bagi sumber daya alam yang jumlahnya amat terbatas. Tidak menjanjikan sekali sumber daya alam tersebut akan ada kembali dalam waktu dekat. Jikapun pada saatnya nanti akan ada kembali, jumlahnya tidak sebanyak seperti sebelumnya..
Seperti kasus yang akan saya bahas, terdapat dua desa di daerah Bengkulu yang terancam hilang akibat adanya aktivitas pertambangan pasir besi yang dilakukan oleh perusahaan pertambangan yang mulai beroperasi sejak tahun 2005. Dari aktivitas pertambangan pasir besi ini, yang paling besar merasakan dampaknya adalah masyarakat sekitar kawasan hutan bakau Cagar Alam Pasar Talo. Padahal secara turun- temurun, masyarakat tersebut menggantungkan hidupnya pada komoditi hutan bakau tersebut. Kerusakan hutan bakau tersebut berlanjut pada keberlanjutan hidup komunitas yang ada pada saat ini dan juga untuk kehidupan di masa mendatang. Sungguh memilukan hati bukan bagi anda yang mengetahuinya??
Dampak pertambangan yang dirasakan oleh warga antara lain abrasi akut yaitu pengikisan tanah oleh oleh air laut yang semakin terus mendekati permukiman warga yang kini hanya tinggal berjarak 50 m dari bibir pantai, akibatnya susah untuk ditanggulangi kembali karena sudah lumayan parah ketika akan ditangani. Kemudian intrusi air laut ynag menyebabkan air sumur yang dimiliki masyarakat sekitar yang menyebabkan air laut menjadi asin dan kurang baik untu dikonsumsi. Hasil panen mereka pun juga terancam gagal akibat penambangan tersebut. Contohnya kebun kelapa sawit yang sering sekali terendam air.
Dalam benak saya bagaimana masyarakat sekitar mempertahankan segala yang mereka punya agar tidak hilang sia- sia oleh tangan- tangan yang tidak bertanggung jawab??? Apalagi dalam kerja kerasnya masyarakat, sering sekali terjadi konflik horizontal anatar masyarakatyang memunculkan pro- kontra. Beberapa kali pihak yang kontra terhadap penambangan liar tersebut melakukan unjuk merasa yang tidak membuahkan hasil bagi masyarakat maupun perusahaan penambangan untuk seger adiambil keputusanny dalam rencana kedepan. Padahal, tambang itu tidak didukung proses izin secara memadai. Sehingga menyulitkan bagi kedua pihak. Terlebih lagi, perusahaan disebutkan tidak melaporkan perkembangan perusahaan dan pemantauan lingkungan kepada badan lingkungan hidup.
Secara pribadi, saya sangat menyayangkan bila pada akhirnya kedua desa tersebut hilang akibat ulah masyarakat yang tidak bertanggung jawab. Apalagi dalam masyarakat tersebut banyak kehidupan baik secara fisik maupun kekayaan budaya maupun alam yang dimilikimenjadi hilang. Padahal nilainya sanagt amat berharga. Harus keberapa kalinya pulau kita hilang sperti nasib P. Ambalat dan Timor- Timor yang sudah menjadi milik Negara asing. Maka dari itu sebaiknya kita menjaga dari prilaku tidak bertanggung jawab serta memperlakukan secara arif sumber daya alam tersebut sebelum terlamabat.
Langganan:
Postingan (Atom)





